Selamat Datang Di Blog Jubliater, terima kasih telah mengunjungi Blog ini. Semoga bermanfaat bagi anda semua. Jika ada masalah dalam men download silahkan chat atau email ke saya.

Wednesday, 29 April 2009

Renungan

Kisah berikut ini dikutip dari buku "Gifts From The Heart for Women"karangan Karen Kingsbury. Buku ini dapat Anda peroleh di toko bukudisekitar Anda beada..

Inti ceritanya kira-kira sbb :

Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belummempunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktifdalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsiberarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehinggapasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepadafamili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikutbersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya,seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatuyang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan iamungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya jugadapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untukdilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sangistri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkanbayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadapkesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedangtidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnyamemberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwaini adalah kehendak Tuhan.

Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba diatersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal inimembuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima faktaini. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemudengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayimereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayimereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayiakan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ daribayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkanorgan bayinya ke orang lain ? Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan inimenamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan.Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudianmereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untukmenghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNyasendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untukdilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sangistri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang burukterjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yangsedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalamposisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkanAnne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akanterjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya denganselamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendongAnne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum denganmanis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya.Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangantersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukanpilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne),mereka sangat bahagiamelihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedihkarena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.

Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yangberasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untukmelihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelahlewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebutuntuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelahenam jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsbberhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian. Pasangan tersebutsekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam,tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anneadalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hatimereka selamanya...

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :
1. SESUNGGUHYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupunbahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telahkita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telahberdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 pentingadalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagiorang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenaibagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupunberapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagikita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukanhal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka,mereka akan menuju surga".

No comments:

Post a Comment